If your alter account is where you spit out the naked truth, does that make your original account your alter ego? #kusut
Twitter launches photo gallery
- Shows 100 of the most recent images
- Picks up images hosted on twitter/photobucket, twitpic, yfrog, instagram, and many others
- Only showing images uploaded since January 1, 2010
- Viewable from user profile page
- Can only remove image listing by deleting the corresponding tweet (or removing it from the image host
- Will host image from manual RT but not native retweet.
- Slowly rolling out to everyone
Dear brands, kalau memang peduli, sumbangan tanpa syarat followers atau fan. Kalau tidak ada followers/fan tidak menyumbang, apakah begitu?
Jalur komunikasi dulu dan sekarang
Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi. Dulu satu individu bercakap-cakap dengan satu individu. Sekarang individu berkomunikasi dengan khalayak atau sebaliknya.
Source: ndorokakung.com
Twitter landscape in Indonesia 2011
Saling silang published a report on the state of “social media” in Indonesia for the first half of 2011 which you can see on Slideshare. Some of the highlights with regards to Twitter:
- There are nearly 85 million internet users in Indonesia according to Business Measurement Intelligence report
- Third most active country on Twitter with 13% of tweets, nearly doubles the UK at 4th place with 7%. The US tops the list with 28% of tweets, followed by Brazil with 24%.
- Nearly 1.3 million tweets per day collectively
- No day is significantly more chatty than the other.
- The busiest times during the day are between 5 pm and 10 pm (33% of tweets) but mornings make up 30% of tweets.
- Jakarta is the most tweeting city with 13% of tweets, followed by Yogyakarta with 11.7% and Surabaya with 11.3%.
- Nearly 87% of tweets are from mobile devices.
Source: aulia-m
Sekarang ada account @twitter_id yang semi resmi
Congratulations, Twitter translators!
Sekarang Twitter sudah tersedia dalam bahasa Indonesia. Proyek penerjemahan Twitter tidak terbatas kepada situs twitter.com namun segala hal yang berhubungan dengan penggunaan Twitter, termasuk aplikasi untuk iPhone, iPad, dan Android. Twitter untuk BlackBerry tidak termasuk di dalam proyek ini karena memang tidak dikembangkan oleh Twitter.
Akun @twitter_id diciptakan oleh Twitter dan dikelola oleh para moderator untuk kelompok penerjemah Twitter. Fungsinya adalah mengirimkan pengumuman resmi dari @twitter dalam bahasa Indonesia dan memberitahukan kabar mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Twitter di Indonesia. Kalau mau tahu lebih jauh tentang @twitter_id, silakan bertanya langsung kepada pengelolanya.
Siapa saja pengelola akun @twitter_id? Mereka adalah @adhimatera, @lowrobb,@pdh90, @prayudisatriyo, dan @rodin.
Go Plus
Dari kemarin Timeline heboh lagi eh heboh ngga ya?
anyway, ya seperti ada keriaan baru kalo ada sesuatu yang baru
Ibaratnya kayak ada kafe baru buka terus kita rame-rame datang coba
Didalam kafenya sih ketemunya itu-itu lagi dan bertanya
“eh si @anu udah ada, halo semua” cipika cipiki virtual.
Terus masing-masing berkomentar sana sini
bagusnya, kurangnya, asiknya, serunya, bisa ini bisa itu…
Iya bener, Kafenya namanya Google+
Terus lucunya si @natalixia nge post foto
17TU nya JTUG tahun 2009
dengan judul “Mengenang Kenangan Lama”
Jadi senyum sendiri melihatnya.
Such a great old days, yang ga banyak drama
Eh Drama ya gapapa kan kalo makin ada drama film makin seru
dan akhirnya happy ending.
Dan sejenak jadi mikir, Wah jauh jauh ke kafe baru plus plus tapi ternyata
JTUG dan kepolosan timeline dulu tetap membara (aih matek)
Fotonya kayak apa? Ini dia, semoga kalianpun tersenyum kayak saya…:)
I miss you all Tweeeeeeeeps!
by: @absolutraia

Melipir
Alter Ego
Masuk Gua
Pantai
Gembok
Keluar dari Keramaian
Banyak cara mencari pelarian dari Timeline yang ramai
tapi setuju ngga kalo kadang itu hanya buat ‘sementara’?
Ngga berapa lama juga kembali ke akun utama?
Ternyata didalam dunia maya juga perlu dunia maya alias pelarian ya?
Kenapa segitunya perlu pelarian?
Ada yang hanya jago kandang baik dari curhat sampai komen politik.
Ibaratnya kayak lari kenceng-kenceng keujung jurang terus teriak
“Wuaaaaannnnjeeeeeeeng!” abis itu ga berani lompat…eh balik deh..
alias balik ke akun utama.
Bener ngga?
Kemanapun kita pergi pasti ujung mata masih saja melirik ke Twitter.
Pesonanya masih saja ada, Halah banget.
by: @absolutraia
“Folbek-nya, kakaaaak. Banyak warnanya, kakaaaak” *eh*
Euh, ini sebenernya ngutang nulis. Mandat dari saudara @amasna :))
Yabaeklah, sekarang saya nulis. Udah ngutang berapa minggu inih? XD Jadi dengan perhatian terganggu dengan Tumblr Dashboard saya dan tontonan video klip Super Junior dan SNSD dan dengan bahasa Indonesia yang ngenggres-ngenggres-ndusey-ndubrey-wesewesewesbablasangine, saya akan menulis soal… Apa sih? *ngubek DM* Oh iya, soal folbek di Twitter XD
Soal folbek-folbekan ini mungkin disinyalir dari pembawaan teriakan para eneng di G*ordano yang disinyalir dari Mangga Dua ataupun sodaranya, Tanah Abang (dan secara mengerikannya diteruskan oleh XXI Senayan C*ty. Ga tau ya kalo XXI lainnya) dengan ucapan “FOLBEK DONG KAKAAAAAAAAKKKKKK”
Folbek itu ya follow back. Diminta ngikut balik di Twitter. Konsep folbek ini ya seperti ai polow yu, yu polow me. Wi polo polo tugeder. Seperti hukum timbal balik gitu lah. “Eh gue kan udah follow lu. Lu follow gue dong.” Dan biasanya ya ada dua pilihan: 1. Lu emang bakal follow dia (yang seringnya jadi pity-follow. Follow karena kasihan doang) atau 2. Lu cuekin.
Kalo saya, biasanya saya cuekin. Kapok soalnya kalo follow karena kasihan. Ujung-ujungnya saya yang jadi rada jengah sendiri. Abisnya kan ga terlalu kenal juga, dan ujung-ujungnya malah jadi jarang interaksi. Jadinya menuh-menuhin timeline, dan kalo timeline kepenuhan, jadi pusing juga bacanya. Kembalikan timelineku yang duluuuu~ Hu~ *melipir di pohon mangga*
Kadang-kadang kejadian follow back ini rada kocak. Soalnya gini, urusan follow-memfollow ini kan sebenernya hak setiap orang yah. Lu mau follow ya udah, mau ga follow juga gapapa. Masalahnya, kadang urusan follow ini suka kebawa sampe ati.
Saya sih mengaku aja nih, hehe, kadang kalo ada temen Twitter yang unfollow saya (saya tau dari @unfollowr) kadang kerasa gimandaaaaaaaaang gitu. Ngerasa dosa dan nista *aih*. Terus abis itu saya langsung ngecek tweet-tweet saya. Takut salah ngomong atau gimana. Padahal kan sebenernya ga selamanya gitu ya kan? Mungkin aja orang yang bersangkutan emang udah lebih spesifik untuk menampilkan tweet di timeline-nya. Mungkin emang saya dan dia sudah jarang ngobrol lagi.
Balik ke urusan folbek-dong-kakak ini.
Karena urusan follow ini adalah hak tiap orang, jadi ya sekali lagi saya bilang, terserah lah ya mau follow balik atau ga, ya kan? Tapi kadang ada orang yang tersinggung kalo ga di-follow balik padahal dia udah minta difolbek. Lalu orang yang ga follow balik akhirnya dikata-katain “sombong”, “sok seleb”, “sok artis”, dan yang lain-lain. Ujung-ujungnya nyinyir-nyinyiran deh, sengit-sengitan deh, berantem-beranteman deh (horeeeee! Tontonaaaann! *eh*) Tapi ga semuanya kaya gitu juga. Ada yang emang minta “follow balik dong” terus ga di-follow balik, ya dia juga ga masalah. Diem-diem aja.
Pertanyaan soal folbek ini: Sopan ga sih kalo saya minta folbek ke orang lain?
Ya ga tau juga ya. Saya bukan pakar Twitter je. Mau dilarang juga saya rasa percuma. Toh tetep akan ada yang minta folbek. Selama itu ga mengganggu saya/menyerang saya, ya saya sih ga terlalu peduli juga.
Mungkin jawaban buat pertanyaan sopan-ga sopan itu ya balik ke diri masing-masing. Diri sendiri ngerasa gimana kalo meminta folbek ke orang lain? Kalo situ oke, ya oke lah. Kalo nggak, ya nggak usah. Cuma mungkin dengan satu catatan ya: Kita nggak pernah bisa memaksa orang untuk (tetap) follow kita di Twitter. Balik lagi ke obrolan di atas, urusan follow itu hak masing-masing. Toh jumlah follower di Twitter juga ga bikin susah makan toh (kecuali kalo emang ada yang jadinya kebawa mimpi dan jadi susah makan sih…)
Kalo emang akhirnya di-follow, ya jangan langsung laksana habis manis sepah dibuang ya. Alhamdulillah nambah follower baru, nambah teman baru. Jangan udah akhirnya di-follow, malah jadi kemlinthi, pencilakan ga karuan. Orang juga jadi risih dan bertanya-tanya “maunya apa? Udah di-follow malah jadi urakan gini.”
Dengan berinteraksi di Twitter bukan berarti kita bisa jadi barbar (walo sayangnya, banyak dari kita yang seperti itu.) Twitter itu ya media, dan di banyak kejadian, itu mencerminkan siapa diri kita. Ini bukan masalah ngejaga harkat martabat, tapi lebih ke gimana kita pengen diperlakukan oleh orang lain. Kalo emang pengen diperlakukan dengan baik dan sopan, ya perlakukan orang lain dengan baik dan sopan juga.
Susah emang sih, berinteraksi di Twitter atau media digital lainnya. Hal yang kita kira baik-baik aja, oke-oke aja, lucu-lucu aja, ternyata malah menyinggung orang lain. Ya namanya juga kita semua di Twitter juga masih belajar :)
Haish. Sok bijak amat dah saya XD Jiee saya *digelindingin turun bukit*
Nah, tulisan saya udah kelar, sekarang saya mau balik nonton video di Youtube *ngesot* Atas kekurangannya, saya ucapkan mohon maaf dan permisi. Atas waktu, corong, tempat dan Dashboard yang telah dipersilakan kepada saya, saya ucapkan terima kasih *bahasa Indonesia saya kok ya belepotan*
- @kapkap
