Jakarta Twitter User Group

  • Archive
  • RSS
  • Mau tanya sesuatu ke JTUG?
  • Mau ngepost di blog JTUG?

Dinding apartemen Oakwood runtuh diterjang angin

Akhir minggu kemarin Jakarta diterpa hujan badai yang cukup kencang. Di beberapa daerah terutama di selatan, seperti Warung Buncit, Pejaten dan Kemang bahkan sampai mengalami banjir (maaf, genangan maksudnya) yang cukup menghambat arus lalu lintas, bahkan ada pohon yang tumbang di daerah Tebet menimpa sebuah mobil.

Satu hal yang tidak terlalu diberitakan adalah rusaknya dinding gedung Oakwood di Mega Kuningan. Hanya sedikit yang mengangkat kejadian ini padahal integritas struktural gedung adalah hal yang sangat penting especially for a luxury apartment tower as significant as the Oakwood.

It’s astonishing to see that those panels couldn’t withstand the force of the winds when it stood against earthquakes in the last couple of years. Then again maybe the quakes and all the storms had loosened the panels enough to be ripped apart on Saturday.

Belasan panel besi yang menjadi kulit luar dinding gedung ini runtuh diterjang angin yang cukup keras hingga lepas dan jatuh menimpa setidaknya satu mobil dan berserakan di sekitar Loewy dan Starbucks yang berada di lantai dasar. I can’t imagine what it was like to be there waktu panel-panel itu mulai berjatuhan. Dengan begitu banyaknya panel yang jatuh it’s a miracle nobody was killed.

Arif Hidayat who goes to Oakwood regularly emailed us and expressed his dismay and concern about being in the area, “I’m more concerned for my safety, and I would think twice to go there, especially on a rainy day. I can’t believe it happened to a building that is supposedly to be a grade A building. Now I’m wondering, with all the buildings going up so fast in Jakarta’s skyline, are they safe? Imagined that happened to Oakwood just because of a windstorm, I can’t imagine if it’s an earthquake!”

Oakwood officials apparently refused to respond to reporters’ questions on Sunday.

-@amasna

    • #badai
    • #dinding
    • #hujan
    • #kuningan
    • #loewy
    • #oakwood
    • #panel
    • #jakarta
  • 1 year ago
  • 10
  • Permalink
  • Share
    Tweet

The Jakarta Globe: Fauzi Reserves His Traffic Apologies for Foreign Officials

Jakarta Governor Fauzi Bowo finally apologized for Monday evening’s monstrous traffic gridlock — but to a visiting foreign delegation instead of his constituents. 

“I’m sorry for the traffic you have to go through while you’re here,” he told delegates from the Asia-Europe Meeting (ASEM) on Thursday, during a governors’ and mayors’ convention.

“It’s because of the increased population and [low public] welfare.”

The governor was widely criticized for attempting to deflect blame over severe traffic congestion on Monday, which was caused by heavy rains and flooding. 

    • #jakarta
    • #traffic
    • #rain
    • #congestion
    • #fauzi bowo
    • #foke
  • 1 year ago
  • 1
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Memahami banjir Jakarta

“Semakin hari Jakarta akan semakin minim resapan airnya, karena semakin hari semakin banyak pembangunan di Jakarta. Gedung, mall, pemukiman, bahkan jalan-jalan di kampung yang diubah menjadi beton akan mengurangi resapan air. Daerah rawa seperti Kelapa Gading yang tadinya berfungsi sebagai daerah resapan air diubah menjadi pemukiman beton. Karena itu tidak heran banjir di Jakarta makin tahun akan makin parah, karena resapan air makin tahun makin berkurang, dampak negatif dari pembangunan. Memahami hal ini adalah sangat penting sebelum menyusun solusi untuk mengatasi banjir.” -@benhan

    • #Jakarta
    • #banjir
    • #Foke
  • 1 year ago
  • 1
  • Permalink
  • Share
    Tweet

[Asoy Geboy] Sejarah nama-nama tempat di Jakarta

Oleh: @kapkap

Temen online saya, @snydez, tadi pagi retweet beberapa tweet punya @aldosianturi. Tweet yang di-RT adalah tentang sejarah nama tempat di Jakarta dalam rangka merayakan ulang tahun Jakarta :D Follow @aldosianturi kalau ingin tahu lebih lanjut :)

Ini tweet lengkapnya:

Dulu bangunan persegi delapan di Kota mengalirkan air bersih yg berbunyi grojok3X. Lantas bunyinya disebut2 Glodok oleh penduduk Tionghoa.

Di Menteng, rata2 para penggede punya kuda. Namun pedagang rumput gak bisa masuk ke daerah elite. Tmpt berkumpulnya dijuluki Pasar Rumput.

Dulu Kampung Menteng, penuh dgn Hutan Buah & didominasi Pohon Menteng. Thn 1912, area itu mjd rumah dinas Belanda dan disingkat jd Menteng.

Di Cipete dulu ada H. Rasiman tuan tanah pemilik anggrek & Ibu Tien memindahkan ke Taman Anggrek Slipi & dipindah lagi skrg ke Taman Mini.

Di Abad 17, Johannes Hoojiman (Tuan Tanah) memiliki Bangunan Paling Besar. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Pondok Gede.

Awalnya “Wangsanayan” yg artinya tempat tinggal Wangsanaya. Ia berasal dari Bali. Karena sering disebut-sebut, sempurnalah mnjd Senayan.

Tan Teng Sien dulu seorang dermawan di segitiga emas kuningan. Sebelumnya area ini dipenuhi pohon karet dan akhirnya mnjd Karet Tengsin.

Kwik Tang Kiam adalah nama tuan tanah kaya raya di Jakarta. Wilayah dia dulu dsbt Si Kwi Tang dan akhirnya menjadi Kwitang.

Menarik ya :D

Selamat ulang tahun Jakarta. Semoga kamu cepet sembuh dari penyakit banjir dan macet ya :)

    • #asoy geboy
    • #@aldosianturi
    • #@snydez
    • #Jakarta
    • #Pondok Gede
    • #Senayan
    • #Karet Tengsin
    • #Kwitang
    • #Taman Anggrek
    • #Pasar Rumput
    • #Glodok
  • 1 year ago
  • 1
  • Permalink
  • Share
    Tweet

About

Avatar Our little cafe in the corner has now become a mall. We kind of miss the old little cafe, so here's something we put together to make it feel a bit more like home.

Pages

  • Who we are
  • Twitter in 1945
  • Komik Si Jetug

Twitter

loading tweets…

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Mau tanya sesuatu ke JTUG?
  • Mau ngepost di blog JTUG?
  • Mobile

All rights reserved by original authors. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr