Twitter Moves To Monetize Mobile
Promoted Tweets — read: ads — are coming to the Twitter mobile client streams. I suspect the initial reaction will be: “Great! Another reason to use TweetBot!”
But I actually don’t view this as a negative thing. Twitter is a service that many of us use and love for hours on end every single day. It’s a great service. But like any great service, if it’s to stick around, it needs to make money. I don’t begrudge them trying to do that.
They’ve been experimenting with various ways to do this, and apparently the Promoted Suite of products is working well enough that they’re now expanding it to the mobile experiences. In fact, a Promoted Tweet was the most retweeted Tweet last year.
It’s interesting that Twitter only gets paid when a user takes an action (retweet, reply, etc) on these Tweets. In other words, they’re cost-per-action not cost-per-impression. Again, a good choice because it will naturally lead to higher quality Tweet Ads (or retweet-bait, I suppose).
And hey, at least it’s not the DickBar.
Source: parislemon
Sekarang ada account @twitter_id yang semi resmi
Congratulations, Twitter translators!
Sekarang Twitter sudah tersedia dalam bahasa Indonesia. Proyek penerjemahan Twitter tidak terbatas kepada situs twitter.com namun segala hal yang berhubungan dengan penggunaan Twitter, termasuk aplikasi untuk iPhone, iPad, dan Android. Twitter untuk BlackBerry tidak termasuk di dalam proyek ini karena memang tidak dikembangkan oleh Twitter.
Akun @twitter_id diciptakan oleh Twitter dan dikelola oleh para moderator untuk kelompok penerjemah Twitter. Fungsinya adalah mengirimkan pengumuman resmi dari @twitter dalam bahasa Indonesia dan memberitahukan kabar mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Twitter di Indonesia. Kalau mau tahu lebih jauh tentang @twitter_id, silakan bertanya langsung kepada pengelolanya.
Siapa saja pengelola akun @twitter_id? Mereka adalah @adhimatera, @lowrobb,@pdh90, @prayudisatriyo, dan @rodin.
“Folbek-nya, kakaaaak. Banyak warnanya, kakaaaak” *eh*
Euh, ini sebenernya ngutang nulis. Mandat dari saudara @amasna :))
Yabaeklah, sekarang saya nulis. Udah ngutang berapa minggu inih? XD Jadi dengan perhatian terganggu dengan Tumblr Dashboard saya dan tontonan video klip Super Junior dan SNSD dan dengan bahasa Indonesia yang ngenggres-ngenggres-ndusey-ndubrey-wesewesewesbablasangine, saya akan menulis soal… Apa sih? *ngubek DM* Oh iya, soal folbek di Twitter XD
Soal folbek-folbekan ini mungkin disinyalir dari pembawaan teriakan para eneng di G*ordano yang disinyalir dari Mangga Dua ataupun sodaranya, Tanah Abang (dan secara mengerikannya diteruskan oleh XXI Senayan C*ty. Ga tau ya kalo XXI lainnya) dengan ucapan “FOLBEK DONG KAKAAAAAAAAKKKKKK”
Folbek itu ya follow back. Diminta ngikut balik di Twitter. Konsep folbek ini ya seperti ai polow yu, yu polow me. Wi polo polo tugeder. Seperti hukum timbal balik gitu lah. “Eh gue kan udah follow lu. Lu follow gue dong.” Dan biasanya ya ada dua pilihan: 1. Lu emang bakal follow dia (yang seringnya jadi pity-follow. Follow karena kasihan doang) atau 2. Lu cuekin.
Kalo saya, biasanya saya cuekin. Kapok soalnya kalo follow karena kasihan. Ujung-ujungnya saya yang jadi rada jengah sendiri. Abisnya kan ga terlalu kenal juga, dan ujung-ujungnya malah jadi jarang interaksi. Jadinya menuh-menuhin timeline, dan kalo timeline kepenuhan, jadi pusing juga bacanya. Kembalikan timelineku yang duluuuu~ Hu~ *melipir di pohon mangga*
Kadang-kadang kejadian follow back ini rada kocak. Soalnya gini, urusan follow-memfollow ini kan sebenernya hak setiap orang yah. Lu mau follow ya udah, mau ga follow juga gapapa. Masalahnya, kadang urusan follow ini suka kebawa sampe ati.
Saya sih mengaku aja nih, hehe, kadang kalo ada temen Twitter yang unfollow saya (saya tau dari @unfollowr) kadang kerasa gimandaaaaaaaaang gitu. Ngerasa dosa dan nista *aih*. Terus abis itu saya langsung ngecek tweet-tweet saya. Takut salah ngomong atau gimana. Padahal kan sebenernya ga selamanya gitu ya kan? Mungkin aja orang yang bersangkutan emang udah lebih spesifik untuk menampilkan tweet di timeline-nya. Mungkin emang saya dan dia sudah jarang ngobrol lagi.
Balik ke urusan folbek-dong-kakak ini.
Karena urusan follow ini adalah hak tiap orang, jadi ya sekali lagi saya bilang, terserah lah ya mau follow balik atau ga, ya kan? Tapi kadang ada orang yang tersinggung kalo ga di-follow balik padahal dia udah minta difolbek. Lalu orang yang ga follow balik akhirnya dikata-katain “sombong”, “sok seleb”, “sok artis”, dan yang lain-lain. Ujung-ujungnya nyinyir-nyinyiran deh, sengit-sengitan deh, berantem-beranteman deh (horeeeee! Tontonaaaann! *eh*) Tapi ga semuanya kaya gitu juga. Ada yang emang minta “follow balik dong” terus ga di-follow balik, ya dia juga ga masalah. Diem-diem aja.
Pertanyaan soal folbek ini: Sopan ga sih kalo saya minta folbek ke orang lain?
Ya ga tau juga ya. Saya bukan pakar Twitter je. Mau dilarang juga saya rasa percuma. Toh tetep akan ada yang minta folbek. Selama itu ga mengganggu saya/menyerang saya, ya saya sih ga terlalu peduli juga.
Mungkin jawaban buat pertanyaan sopan-ga sopan itu ya balik ke diri masing-masing. Diri sendiri ngerasa gimana kalo meminta folbek ke orang lain? Kalo situ oke, ya oke lah. Kalo nggak, ya nggak usah. Cuma mungkin dengan satu catatan ya: Kita nggak pernah bisa memaksa orang untuk (tetap) follow kita di Twitter. Balik lagi ke obrolan di atas, urusan follow itu hak masing-masing. Toh jumlah follower di Twitter juga ga bikin susah makan toh (kecuali kalo emang ada yang jadinya kebawa mimpi dan jadi susah makan sih…)
Kalo emang akhirnya di-follow, ya jangan langsung laksana habis manis sepah dibuang ya. Alhamdulillah nambah follower baru, nambah teman baru. Jangan udah akhirnya di-follow, malah jadi kemlinthi, pencilakan ga karuan. Orang juga jadi risih dan bertanya-tanya “maunya apa? Udah di-follow malah jadi urakan gini.”
Dengan berinteraksi di Twitter bukan berarti kita bisa jadi barbar (walo sayangnya, banyak dari kita yang seperti itu.) Twitter itu ya media, dan di banyak kejadian, itu mencerminkan siapa diri kita. Ini bukan masalah ngejaga harkat martabat, tapi lebih ke gimana kita pengen diperlakukan oleh orang lain. Kalo emang pengen diperlakukan dengan baik dan sopan, ya perlakukan orang lain dengan baik dan sopan juga.
Susah emang sih, berinteraksi di Twitter atau media digital lainnya. Hal yang kita kira baik-baik aja, oke-oke aja, lucu-lucu aja, ternyata malah menyinggung orang lain. Ya namanya juga kita semua di Twitter juga masih belajar :)
Haish. Sok bijak amat dah saya XD Jiee saya *digelindingin turun bukit*
Nah, tulisan saya udah kelar, sekarang saya mau balik nonton video di Youtube *ngesot* Atas kekurangannya, saya ucapkan mohon maaf dan permisi. Atas waktu, corong, tempat dan Dashboard yang telah dipersilakan kepada saya, saya ucapkan terima kasih *bahasa Indonesia saya kok ya belepotan*
- @kapkap
Need to search old tweets?
This list of tools might help you if you need to look for older tweets, and Twitter search, which limits itself to the last week or two, can’t retrieve the ones that you need. Topsy is probably one of the better ones and SnapBird is pretty good too. Check them out if you ever come across the need.
Twitter for Beginners
Kalau ada yang baru pake Twitter dan minta diajarin, coba sodorin link ini, kali-kali aja berguna. Kalo buku kan rata-rata udah outdated karena Twitter belom lama ini ganti interface dan banyak elemen kecil-kecil yang juga berubah, jadi guide yang ini bisa lebih ngebantu.
Kalau mau yang lebih lengkap ya bisa juga buka Twitter Support, semua dibagi-bagi berdasarkan topik, komprehensif banget.
It took them a while but Twitter finally added many more countries to its list of localized trending topics. Now you can change your trending list to one of 18 countries but most importantly for us in Jakarta, Twitter finally recognizes Indonesia as one of its fastest growing markets and added it to the local trending list.
From only five countries, Twitter has added Argentina, Australia, Chile, France, Germany, India, Indonesia, Italy, Netherlands, Singapore, Spain, Turkey, and Venezuela. Before today the list had been made up of Brazil, Canada, Ireland, Mexico and the United States.
Twitter also added six new cities but none are in Asia. The new cities are Detroit, Miami, Minneapolis, Rio De Janeiro, Sydney, and Toronto.
When you go to the website, you can change the trending list to one of the localized lists and immediately see what’s trending on those places without having to close the localization window. Localized trending unfortunately isn’t available in most apps, in fact, I don’t know any Twitter app that does this, not even Twitter’s own official apps for iPhone, iPad, Android and BlackBerry.
If you’re a little impatient and want more detailed view of the trending list however, there’s always Trendsmap that displays popular twitter topics all around the world. You can check out what’s popular in any particular country or city and it’s so much more impressive. It can detect where you’re from and display the data accordingly. Trendsmap is very detailed and can show you historical trends as well as popular links, photos and videos that are currently being shared across Twitter.
-@amasna
Source: http
Satu lagi bukti tweeps Indonesia bawel

Keren nih, live Twitter data dari seluruh dunia berdasarkan geotag. Hasil karya tim Frog Design di Milan. Menurut data di situs itu, hari ini 65% tweet dari Asia dikirim dari Indonesia. Kalau dilihat dari data dunia, 17% dari Indonesia, nomor dua setelah Amerika dengan 33%.
Bawel juga ya tweeps Indonesia :D
via @pitra



