Twitter itu lucu kalau diperhatikan. Ada account yang memang isinya guyonan, ada juga yang serius. Kadang yang serius bisa lebih lucu daripada yang memang niat melucu. Contohnya yang terjadi pada account resmi Palang Merah Indonesia, @palangmerah. This is a good account. Infonya selalu membantu mereka yang membutuhkan dan serius ditangani oleh PMI.
Tiba-tiba tadi malam ada satu twit yang sebenarnya cukup innocent tapi jelas-jelas out of character. Kenapa out of character? Ya isinya seperti curhatan pemegang account itu yang mungkin karena kurang konsentrasi sampai terkirim ke account @palangmerah.
Sayang JTUG baru baca lewat retwit dan screenshot karena beberapa detik setelah terkirim sudah dihapus sehingga tidak bisa dapat proper screen shot. Biar begitu, ternyata waktunya cukup untuk twit itu dibaca, diretwit, di-RT, dan di-capture beberapa orang termasuk @radityadika yang punya ratusan ribu follower!
Isi twitnya?

Siapa yang nyangka palangmerah ngga suka laki-laki bodoh? :D
Anyway, ngga lama setelah twit itu dihapus, muncullah permohonan maaf. Yang menarik di permohonan maaf ini adalah pernyataan bahwa @palangmerah dioperasikan oleh beberapa orang, as if kalau hanya satu orang yang mengelola, kesalahan itu ngga bakal terjadi.
People make mistakes. Di masa darurat seperti yang sedang dialami PMI, level stress mungkin agak tinggi. Mungkin juga adminnya sedang lalai sampai terkirim twit pribadi ke account institusi. Tentunya kita maklum. Inisiatif social media bukan hal yang gampang apalagi kalau pengelola account juga memegang account sendiri.
Things like this happen. It’s good that they apologized walaupun sayangnya untuk hal yang tidak tepat. Regardless, it’s a small mistake, setidaknya mereka ngga minta follower untuk mendonorkan darah ke tempat lain.
-@amasna
Source: twitter.com
Apakah ini yang dinamakan blunder social media? Karena ngga follow account ini dan bukan penonton TV One, gue terus terang ngga tau masalahnya apa, tapi sepertinya banyak penonton TV One yang kurang suka dengan metode stasiun TV yang satu ini dalam meliput bencana alam di sekitar Gunung Merapi sehingga menyampaikan kekesalannya melalui Twitter. Mungkin karena saking banyaknya respon negatif, admin account ini terbawa emosi ketika melihat banjir mention yang muncul.
Sebagai account (yang sepertinya) resmi, ini jelas bukan respon yang pantas dan pengirim twit di atas pasti lupa bahwa ada dia punya lebih dari 150 ribu follower yang di antaranya pasti akan ada yang meritwit dan itu akan dibaca oleh mereka yang tidak follow account @TVOneNews.
Dengan mengusulkan para penontonnya untuk pindah ke saluran hiburan atau lawak, ini menjadi sesuatu yang cukup lucu dan memprihatinkan. Lucu karena ada kesan merajuk, memprihatinkan karena meminta pemirsa untuk menonton saluran TV lain yang berarti mengalihkan potensi penonton iklan.
Kalau ada staff agency yang melihat twit ini (dan dijamin pasti banyak), pasti reaksi mereka adalah untuk tidak lagi beriklan di TV One karena pemirsa diminta untuk menonton saluran lain. Atau setidaknya meminta penjelasan dari pihak TV One atas isi twit tersebut. Agency yang belum beriklan di TV One juga akan berpikir ulang ketika menganjurkan klien ketika menentukan media penempatan iklan.
Respon yang lucu justru datang dari account @pemirsa:
saya (@pemirsa) tidak pernah sekalipun (apalagi terus-menerus) memaki @tvOneNews seperti yg dituduhkan admin akun tsb.
-@amasna
[update] Permohonan maaf dari Ardi Bakrie atas nama TV One.
Dear tweeps,sy mewakili mngmnt tvOne,meMOHON MAAF yg sedalam-dalamnya,serta dr lubuk hati yg plg dlm atas tweet [tersebut] APAPUN alasannya, sngt TDK PANTAS utk sbh social media resmi,yg mewakilkan prsahaan utk menuliskan hal trsbt,utk itu kami akn memberikan PERINGATAN KERAS kpd ybs.Sekali lg, mohon dibukakan pintu maaf atas hal trsbt. Wass.
Source: twitter.com

![Apakah ini yang dinamakan blunder social media? Karena ngga follow account ini dan bukan penonton TV One, gue terus terang ngga tau masalahnya apa, tapi sepertinya banyak penonton TV One yang kurang suka dengan metode stasiun TV yang satu ini dalam meliput bencana alam di sekitar Gunung Merapi sehingga menyampaikan kekesalannya melalui Twitter. Mungkin karena saking banyaknya respon negatif, admin account ini terbawa emosi ketika melihat banjir mention yang muncul.
Sebagai account (yang sepertinya) resmi, ini jelas bukan respon yang pantas dan pengirim twit di atas pasti lupa bahwa ada dia punya lebih dari 150 ribu follower yang di antaranya pasti akan ada yang meritwit dan itu akan dibaca oleh mereka yang tidak follow account @TVOneNews.
Dengan mengusulkan para penontonnya untuk pindah ke saluran hiburan atau lawak, ini menjadi sesuatu yang cukup lucu dan memprihatinkan. Lucu karena ada kesan merajuk, memprihatinkan karena meminta pemirsa untuk menonton saluran TV lain yang berarti mengalihkan potensi penonton iklan.
Kalau ada staff agency yang melihat twit ini (dan dijamin pasti banyak), pasti reaksi mereka adalah untuk tidak lagi beriklan di TV One karena pemirsa diminta untuk menonton saluran lain. Atau setidaknya meminta penjelasan dari pihak TV One atas isi twit tersebut. Agency yang belum beriklan di TV One juga akan berpikir ulang ketika menganjurkan klien ketika menentukan media penempatan iklan.
Respon yang lucu justru datang dari account @pemirsa:
saya (@pemirsa) tidak pernah sekalipun (apalagi terus-menerus) memaki @tvOneNews seperti yg dituduhkan admin akun tsb.
-@amasna
[update] Permohonan maaf dari Ardi Bakrie atas nama TV One.
Dear tweeps,sy mewakili mngmnt tvOne,meMOHON MAAF yg sedalam-dalamnya,serta dr lubuk hati yg plg dlm atas tweet [tersebut] APAPUN alasannya, sngt TDK PANTAS utk sbh social media resmi,yg mewakilkan prsahaan utk menuliskan hal trsbt,utk itu kami akn memberikan PERINGATAN KERAS kpd ybs.Sekali lg, mohon dibukakan pintu maaf atas hal trsbt. Wass.](http://25.media.tumblr.com/tumblr_laydvf9jfi1qcnuygo1_500.png)