Twitter for Beginners
Kalau ada yang baru pake Twitter dan minta diajarin, coba sodorin link ini, kali-kali aja berguna. Kalo buku kan rata-rata udah outdated karena Twitter belom lama ini ganti interface dan banyak elemen kecil-kecil yang juga berubah, jadi guide yang ini bisa lebih ngebantu.
Kalau mau yang lebih lengkap ya bisa juga buka Twitter Support, semua dibagi-bagi berdasarkan topik, komprehensif banget.
[Netiquette] Panduan Survival Twitter
Guest post oleh: @oDian
Tiap komunitas, mau lo setuju/nggak setuju, mau lo suka/nggak suka, mau lo hajar gue (etapi jangan!), pasti ada kulturnya. Ada aturannya. Yang menentukan gimana sebaiknya para anggota bersikap dan berpolah. Termasuk Twitter.
Mau membangkang? Boleh. Konsekuensi: dikucilkan (kehilangan follower), atau diserang dengan pentungan sepanjang 140 karakter. Ibarat laut, Twitter adalah Karibia. Eksotis dan seru dijelajahi, tapi penuh hiu. Lalu gimana biar bisa seru-seruan di Twitter tanpa dicaplok hiu?
1. Pahami dan pakai fungsi sesuai… ya fungsinya
Pasti sudah bosan membaca, “WOIII! JANGAN RT BUAT REPLY!” Nah, gw nggak bakal jelaskan apa itu RT, apa itu reply. Lo sudah gede, sudah ngerti internet, berarti lo punya otak mumpuni untuk cari tahu cara kerja Twitter. Kontak Om Google, atau tanyakan langsung ke Tweep senior yang ramah (banyak kok, beneran).
2. Jangan pakai Twitlonger
Twitter itu 140 karakter. Apa pun poin lo, asalkan kreatif memilih dan merangkai kata, tetap bisa di-compress jadi maksimal 140 karakter. Atau lo lebih suka dibilang nggak kreatif?
3. Jangan minta di-follback secara frontal
Iya, gw ngerti, gw juga suka di-follback (follow balik) orang yang gw follow. Tapi jangan frontal, “Follback dong.” Bikin eneg. Mending mention mereka lewat tweet sepenuh hati, “Gw bener-bener kepingin ketemu @kapkap.” Atau, “Penasaran sama @motemo gara-gara @pipis sering menyebutnya.”
Mention pakai hati itu bakal memancing penasaran mereka. Minimal ngecek halaman Twitter lo. Dan kalau kualitas tweet lo sesuai preferensi mereka, pasti di-follback.
Gimana kalau lo sudah lakukan itu, mereka nggak follback?
Mungkin: (1) lo kurang kreatif, lain kali coba lagi; (2) nggak jodoh, lapangkan dada karena toh yang penting…
4. Kejar kualitas, bukan kuantitas follower
Pilih: di-follow 10.000 alay, atau di-follow 100 orang hebat dari bidang yang lo sukai? Nuff said.
5. Jangan keseringan mengeluh
Iya, gw ngerti, kita semua ’attention whore’ walau beda orang beda kadar. Tapi bayangkan gimana rasanya follow orang yang tiap setengah jam nge-tweet, “Duh, hidupku berantakan,” “Nggak enak bener sih makan siang hari ini,” “Hiks… Pacarku nyebeliiin,” “Huaaa… Abis dimarahi bos,” ”Tempenya asin *sigh*”
Follower-mu bukan psikiatermu!
Tapi kadang, lo yakin sudah nge-tweet dengan baik, eh follower bukannya nambah malah berkurang. Well, shit happens. Tekankan mindset bahwa…
6. Unfollow bukan pertanda kiamat
Nggak usah panik kalau di-unfollow. Apalagi sampai cakar-cakar tembok jedot-jedotin pala ke trotoar (yidih!). Toh lo bebas unfollow siapa pun. Lagipula…
7. Interaksi di dunia nyata lebih penting
Kalau ada undangan gathering (di Twitter biasanya disebut TU), sempatkan datang. Bawa kue lebih baik. #dirajam
8. Jangan cuek
Walau komunitas maya, anggotanya manusia nyata. Dengan daging dan darah. Gw berani sumpah pocong, mereka suka diperhatikan! #dipentung
Tiap kali ada yang ultah, ucapkan selamat. Bantu mereka yang butuh informasi yang lo tahu. Kalau dipuji, bilang makasih. Kalau tweet lo menyinggung perasaan, minta maaf, dan pahami bahwa kita sepakat untuk berbeda.
Tapi gimana kalau lo diperlakukan sebaliknya?
9. Tanggapi tweet tanpa emosi
Sekali lagi, Twitter itu laut eksotik. Penuh hiu, tapi juga berhiaskan karang cantik. Nikmati karangnya, hindari hiunya. Mau disindir sampai nyinyir, kalau nggak lo tanggapi dengan emosi, timeline tetap menyenangkan. Hidup sudah susah, kenapa harus dibikin tambah susah?
10. Twitter itu Twitter, titik!
Lo bisa bilang, “Mau nge-tweet apa secara gimana ya suka-suka gue, kalo nggak suka unfollow aja.” Yakin nggak keliru tempat? Kayaknya itu kamar lo sendiri deh, bukan Twitter.
Bisa juga lo bilang, “Gue nge-tweet cuma buat temen-temen gue, dan mereka nggak pernah protes kalo gue RT buat reply.” Oke, tapi sekali lagi, yakin lo nggak nyasar? Kalau mau ke Facebook, lurus saja sampai mentok, belok kanan, ketemu perempatan belok kiri. Kthxbai.